

Pernahkah Anda menyetel AC pada suhu 24°C tetapi kamar terasa sangat dingin seperti 18°C? Atau sebaliknya, sudah mengatur suhu ke 18°C, namun ruangan tetap terasa gerah? Banyak orang langsung mengira penyebabnya adalah freon habis atau AC sudah tua. Padahal, masalah tersebut sering kali berasal dari sensor suhu atau termostat AC yang mulai tidak bekerja secara akurat.
Termostat atau termistor berfungsi sebagai “otak” yang membaca suhu ruangan dan mengirimkan informasi ke sistem AC. Jika sensor ini salah membaca kondisi ruangan, kompresor bisa bekerja terlalu lama, terlalu cepat mati, atau bahkan terus menyala tanpa henti. Akibatnya, kenyamanan berkurang dan konsumsi listrik menjadi lebih boros.

Sebelum melakukan pemeriksaan lebih jauh, ada beberapa tanda yang sering muncul saat sensor suhu mulai tidak akurat. Gejala-gejala ini biasanya terjadi secara bertahap sehingga sering tidak disadari pemilik AC.
Salah satu ciri sensor suhu AC rusak adalah suhu ruangan yang berubah-ubah tanpa alasan jelas. Dalam waktu singkat, ruangan bisa terasa sangat dingin, lalu tiba-tiba menjadi hangat meskipun pengaturan remote tidak berubah.
Kondisi ini dikenal sebagai short cycling. Unit outdoor baru bekerja beberapa menit kemudian mati kembali, padahal suhu ruangan belum mencapai target. Hal ini terjadi karena sensor salah membaca bahwa ruangan sudah cukup dingin.
Sebaliknya, sensor yang error juga bisa membuat kompresor terus menyala. Akibatnya, ruangan menjadi terlalu dingin, konsumsi listrik meningkat, bahkan pipa AC dapat membeku karena sistem tidak menerima informasi bahwa suhu target sudah tercapai.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu langsung membongkar unit AC untuk melakukan pemeriksaan awal. Ada cara sederhana yang bisa dilakukan sendiri.
Siapkan termometer digital dan letakkan di area kamar yang representatif, misalnya dekat tempat tidur atau area aktivitas utama. Hindari menaruhnya tepat di bawah hembusan AC karena hasilnya tidak akan akurat.
Atur AC pada suhu 24°C lalu biarkan bekerja selama sekitar 30 menit. Setelah itu, lihat angka yang muncul pada termometer ruangan. Misalnya, termometer menunjukkan 28°C atau justru 20°C, maka kemungkinan besar sensor suhu AC sudah tidak membaca kondisi ruangan dengan tepat.

Setelah mengetahui gejalanya, langkah berikutnya adalah memahami penyebab masalah tersebut. Di Indonesia, ada beberapa faktor yang paling sering menjadi pemicunya.

Jika gejala masih tergolong ringan, beberapa langkah berikut bisa dicoba terlebih dahulu sebelum memanggil teknisi.
Tidak semua masalah sensor bisa diselesaikan sendiri. Jika kabel sensor terlihat putus, terutama akibat gigitan tikus, maka komponen perlu diganti. Begitu pula jika setelah dibersihkan, AC tetap tidak dingin, terus menyala tanpa henti, atau masih sering mati sendiri.
Kabar baiknya, harga termistor AC split umumnya masih cukup terjangkau. Di pasaran Indonesia, biaya penggantian sensor biasanya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp150.000 tergantung merek dan tipe AC. Karena itu, Anda tidak perlu khawatir harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah hanya untuk memperbaiki sensor suhu.
Sensor suhu yang akurat adalah salah satu kunci utama agar AC bekerja efisien, nyaman digunakan, dan tidak membuat tagihan listrik membengkak. Ketika suhu AC tidak sesuai dengan pengaturan remote, jangan langsung berasumsi bahwa freon habis atau unit harus diganti. Bisa jadi masalahnya hanya berasal dari sensor kecil yang mulai tidak bekerja dengan baik.
Jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak panduan seputar perawatan AC, tips hemat listrik, hingga solusi berbagai kerusakan AC rumah, jangan lewatkan artikel-artikel terbaru di Adalinki.com. Semakin banyak informasi yang Anda pelajari, semakin mudah menjaga AC tetap dingin, awet, dan hemat biaya perawatan.